Mengenal Dreambirds Artwear, Produk Clothing yang Terkenal dengan Nuansa Seni dan Kebebasan

Di masa krisis ekonomi yang dialami Indonesia akibat dari Virus Covid 19 yang korbannya terus meningkat tiap harinya, yang sekarang per tanggal 22-08-2020 mencapai pada angka 151.498 korban. Maka tetaplah semangat, dan terus ikuti protokol kesehatan dari Pemerintah serta saling mengingatkan. Jangan lupa untuk terus pakai masker dan jaga jarak. Kali ini, mimin mau kasih review salah satu brand lokal yang masih berhasil mempertahakan eksistensinya hingga saat ini. Jika dihitung dalam perjalanannya sekaraang kurang lebih sudah hampir 10 tahun berdiri dan berhasil tetap eksis hingga sekarang, kira-kira brand apakah itu, dan bagaimana ciri khasnya yuk simak tulisan berikut ini.

 Jika kamu pecinta kaos distro tentu kamu  sudah gak asing lagi buat denger brand satu ini, “dreambirds”, Namun tahukan Sobat, kenapa brand itu booming sekali di kalangan para generasi muda, bahkan sangat diminati. Dreambirds merupakan clothing dan distro yang berdiri sejak Agustus 2009, yang didirikan oleh Abinara dan Sasa Rianzy. Abinara merupakan seorang pelukis, sebelum ia berhasil mendirikan Dreambirds, ia sudah sempat mendirikan usaha clothing line, diantaranya adalah “OCCULT” dan “MONSTA” sekitar tahun 2008 – 2009. Namun harapan besar dari Abinara tidak terwujud pada brand “OCCULT” dan “MONSTA”. Akhirnya bertemu dengan Sasa Rianzy, mereka berdua sama-sama suka burung hantu, dan burung hantu mereka ia namai Mika dan Uluka.

Sesaat setelah kegagaln “OCCULT” dan “MONSTA”, keinginan Abinara membuka usaha clothing line telah ia kubur, akhirnya ia kembali diyakinkan oleh pasangannya. Mulailah ia bertekat kembali untuk mewujudkan mimpi besarnya itu. Tujuan ia menciptakan Dreambirds ini berawal dari hal yang ia gemari yaitu melukis, ia ingin agar karya nya bisa dimiliki seluruh orang, namun tanpa harus membeli dalam bentuk lukisan. Mereka ingin agar orang dapat menghargai sebuah karya seni dalam format yang gampang didapatkan. Disinilah tercetus “artwear”, namun yang masih menjadi kegalauan mereka adalah nama brand yang menarik.

Telah banyak nama brand yang ada tapi gak ada yang cocok, akhirnya pada suatu hari, burung hantu mereka tiba-tiba meninngal, sehingga mengakibatkan mereka ga fokus, mereka siang malam memutar otak untuk mencari nama yang cocok, akhirnya saat Abinara dan Prisa makan siang, ada obrolan kecil dari keduanya:

“Apa sih binatang yang paling kita suka gambar ? (tanya Prisa).

“Burung hantu sih…. pokoknya burung deh. Aku suka mereka bisa terbang tinggi sekali, bebas di angkasa.” (jawab Abinara).

            Dari percakapan tersebut akhirnya mimpi mempunya nama terwujud dengan “dreambirds artwear”. Mereka membuka usaha ini dengan penuh perjuangan benar-benar dimulai dari nol, tanpa modal yang besar, dimulai dengan mencari vendor, yang awalnya sampai ditipu desainnya diambil dan dijual sendiri, dll. Akhirnya dari kejadian itu mereka berdua mengolah semuanya sendiri, sedikit demi sedikit ia belajar sablon, mencari kain sendiri, kemudia menjahitkannya di tukang jahit, menyetrika, bagaimana melipat yang bagus. Mengiklankan di fb, dan Abinara selalu nge tag seluruh temennya di FB tanpa terkecuali. Tidak jarang Abinara dapat tanggapan tidak enak, dibilang “usaha apa sih bro, bisa emang”, namun akhirnya sekarang Abinara dan Prisa dapat membuktikan bahwa ia bisa membesarkan usahanya sampai sekarang ini.

            Filosofi dari Dreambirds sendiri adalah Dream merupakan kata yang menenangkan, karena di dalam mimpi selalu ada harapan. Sedangkan Birds menggambarkan kebebasan dalam sebuah makhluk istimewa yang dapat terbang tinggi di angkasa, kapanpun mereka mau. 

            Dreambrids sendiri merupakan clothing brand independen yang berbasis home made. Hal ini lah yang menjadi alasan Dreambirds selalu menjual barang produksinya secara terbatas, karena mereka percaya setiap orang ingin tampil beda. Dreambrids juga tidak hanya fokus pada kualitas dan model produknya saja, namun juga ingin menyisipkan karya seni dalam produk-produk jualnya, seperti keinginan dari mereka mendirikan brand ini, yaitu agar orang dapat menghargai sebuah karya seni dalam format yang gampang didapatkan. Desain-desain yang mereka tawarkan senantiasa mengandung unsur art & freedom sebagai ciri khasnya. Logo Dreambirds Artwear dengan desain burung hantu, telah melanglang buana dalam berbagai media. Harga yang dijual pun beragam dimulai dari sekitar 180k keatas.

            Menyasar anak muda hingga orang dewasa, dreambirds menyajikan berbagai outfit mulai dari atas kepala hingga alas kaki. Dreambrids berkomitmen untuk menjadi brand yang menyediakan segala kebutuhan outfit anak muda zaman sekarang, tak hanya memasuki pasar dalam negri, tapi sekarang sudah mulai meluas hingga kebeberapa negara, salah satunya ke negara Eropa.

Sangat menginspirasi sekali cerita dari bran Dreambirds ini, kalo kamu ingin buka usaha, kuncinya diawal harus punya tekad yang kuat dan tidak gampang menyerah, karena pasti akan banyak rintangan yang kita temui di setiap perjalanan merintis usaha tersebut. Lanjut, buat  kamu yang terinspirasi juga untuk membuka usaha clothing  seperti Dreambrids untuk dengan membuat brand sendiri, tentu bisa banget, dan banyak banget peluangnya.

Kamu bisa banget kerja sama dengan kami Abyad Apparel Pro  kami bisa membantu anda untuk mewujudkan mimpi anda membuka bisnis clothing dengan brand sendiri, sudah tentu kami terpercaya dan tidak akan menipu, bahkan sampai mengambil alih karya-karya yang sudah kamu buat. Kamu juga bisa konsultasi dulu buat memantapkan dan membulatkan tekadmu, bisa juga dengan melihat testi dari pelanggan kami di website Abyad Apparel Pro, dan jika kamu tertarik bisa langsung menghubungi kami melalui website atau bisa tanya-tanya dulu melalui SMS/WA di 081314460770.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.