MENGENAL ASAL-USUL PERKEMBANGAN CETAK SARING

Halo, readers! Tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan cetak saring? Yup! Cetak saring atau yang lebih dikenal dengan istilah sablon itu merupakan salah satu teknik proses cetak yang menggunakan screen dengan kerapatan tertentu. Cetak saring ini umumnya terbuat dari bahan dasar nylon atau sutra. Pada proses pembuatannya, kita perlu menyiapkan pola pada screen. Pola ini sebelumnya dibuat terlebih dahulu di kertas HVS atau kertas kalkir, lalu diletakkan pada screen. Setelah itu, kita perlu rentangkan kain secara kuat agar menghasilkan screen dan hasil cetak yang datar.

Proses pembuatan cetak saring ini dengan cara menuangkan tinta di atas screen, lalu disapu dengan menggunakan rakel yang terbuat dari karet. Satu screen digunakan untuk satu warna, dan apabila kamu ingin membuatnya lebih dari satu warna maka dalam satu desain harus pakai suatu alat supaya bentuknya bisa persisi. Cetak saring ini umumnya digunakan di konveksi. Jadi, buat kamu yang suka ke konveksi atau pernah punya pengalaman di konveksi pasti sudah tidak asing lagi kan, dengan cetak saring ini? Tapi, tahukah kamu tentang asal-usul penemuan cetak saring? Siapakah penemunya?

Jika kita berbicara soal sejarah cetak saring ini, maka erat kaitannya dengan kisah masyarakat China. Mengapa demikian? Karena, cetak saring pertama kali ditemukan di China pada era Dinasti Song. Sejak saat itu, beberapa negara Asia lainnya juga ikut mengembangkan teknik sablon. Selain di China, cetak saring juga usdah lama dikenal di Jepang pada sekitar 1664. Saat itu yang teknik cetak saring ini digunakan untuk menyablon kain kimono. Adanya penyablonan kimono tersebut dikarenakan harga kimono motif tulisan tangan sangat tinggi di pasaran. Oleh karena itu, Kaisar Jepang melarang menggunakan kimono dengan motif tulis tangan dan setelah itu semakin banyak produksi kimono motif sablon.

Seiring berjalannya waktu, cetak saring ini mulai berkembang ke berbagai negara. Pada 1907, Samuel Simon yang berasal dari Inggris ikut mempromosikan teknik sablon dengan menggunakan Chiffon sebagai pola untuk mencetak. Kemudian pada 1960, Michael Vasilantone yang merupakan seorang wirausahawan sekaligus seniman dari Amerika juga ikut mengembangkan mesin sablon rotary yang bisa digunakan lebih dari satu warna. Vasilantone pun akhirnya mengajukan hak patennya, dan dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun, mesin sablon yang dikembangkan olehnya berhasil dikenal banyak pengusaha Amerika dan menjadi mesin sablon yang populer di dunia.

Tepat pada 18 Februari 1969, hak paten atas mesin sablon yang dikembangkan oleh Vasilantone secara global telah ditetapkan dengan nomor 3.427.964. Lalu, pada Juni 1986, Marc Tartaglia, Marc Tartaglia Jr, dan Michael Tartaglia juga ikut menyusul keberhasilan Vasilantone dalam mengembangkan dan mematenkan mesin sablon kaos dengan system sablon separasi yang mampu membuat desain full warna bisa disablon dan diaplikasikan ke beberapa kain dengan media printer screen yang terbuat dari jala sutra.

Nah.. Mulai dari situlah, perkembangan cetak saring sampai saat ini bisa jadi lebih pesat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa teknik cetak saring ini bisa kamu temukan di konveksi. Jika kamu penasaran atau ingin menambah koleksi baju sablon, kamu bisa kunjungi Abyad Apparel Pro. Kamu bisa lihat dan buktikan sendiri kualitasnya yang premium dengan harga terjangkau. Baju-baju sablon ini juga bisa kamu jadikan sebagai ide bisnismu lho! Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa hubungi Admin via WhatsApp 081314460770.